Saturday, 5 February 2011

My Articles

Mohon maaf, akhir- akhir ini memang saya "gak sempet" post di blog. Mmmm... alesan aja sih... hihihi... :D Mungkin sebenernya bukannya gak sempet, cuma memang akhir-akhir ini blog ini agak terlupakan :">

Sebenernya bukan maksud hati sih... tapi, yah, harap maklum, banyak kesibukan baik online maupun offline yang lumayan menyita waktu, tenaga dan perhatian. Jadinya ya githu deh... lama banget perasaan gak sharing sesuatu yang baru di sini.

Tapi, buat temen-temen yang masih berminat untuk sekedar baca-baca "sesuatu" tentang forex, saya selama beberapa bulan ini rutin post artikel di site seputarforex. owh, dan di sini juga :D

So, silahkan bagi temen-temen yang berkenan sekedar baca-baca... :"> Barangkali ada komentar dari beberapa artikel yang sudah saya post di situ ;)

Thanks :)

Friday, 2 July 2010

E-book: Pengenalan Forex Trading untuk Pemula

Akhirnya...,
setelah lumayan lama terkatung-katung, saya anggep selesai juga e-book kedua ini... :-D
Lah, kok "diangep" selesai...? xixixix... iyaa... soalnya klo nunggu selesai bener, bisa-bisa ndak selesai-selesai tuh... Maklumlah, namanya juga saya sambil belajar.. :"> jadi kayaknya kok selalu adaaa.. aja yang kurang... Yah, tapi daripada kelamaan, mending saya launch sekarang aja deh... ntar klopun ada perbaikan, saya akan up-date berkala (klo masih ada kemauan dan kemampuan :p)

E-book ini bisa dikatakan akan saling melengkapi dengan e-book pertama saya tentang panduan singkat penggunaan streamster dan saya tujukan kepada temen-temen yang bener-bener baru pengen mengenal apa itu forex trading. Saya sudah berusaha untuk menyederhanakan apa yang saya sampaikan, mudah-mudahan bisa lebih mudah dipahami :-) dan emang isinya juga hanya sekilas tentang apa dan bagaimana forex trading itu serta hanya bertujuan sebagai pengenalan tahap awal saja, supaya calon trader setidaknya tahu, "binatang" apa sih trading forex itu... hehehe... Nah, bagi temen-temen yang kemudian tertarik untuk belajar lebih lanjut, saya sudah cantumkan di e-book ini, site-site yang bisa dikunjungi untuk memperdalam pengetahuan tentang forex trading ini... :-)

Terimakasih saya sampaikan kepada senior dan temen-temen di Marketiva: master wison, crv, anard, razi76, rain_fall, ramuni, obient, alif.romi, uchoke, apping, red_claw dan temen-temen penghuni room indonesia yang kalo saya sebutkan satu per satu bisa-bisa belom kelar juga ampe besok deh keknya... xixixix... Juga kepada temen-temen di berbagai forum: indohyip, pelupa dan birejji... Terimakasih untuk dukungan dan sharingnya... :-)

Akhirnya, saya cuma berharap e-book ini ada guna dan manfaatnya... dan mohon maaf dan harap maklum apabila masih banyak kekurangannya... :">

Silahkan untuk temen-temen yang berkenan baca, untuk langsung download di sini

Sunday, 16 May 2010

Marketiva: susah pindah ke lain hati... :D

Pilih-pilih broker tempat kita akan bertrading ria emang gampang-gampang susah. Bukan karena sedikit pilihan, tapi justru karena saking buanyaknya pilihan. Masing-masing broker punya jurus-jurus jitu untuk menarik calon trader. Mulai dari penawaran leverage yang aduhai, gratis modal (klo deposit dengan nominal tertentu), spread nol de el el. Makanya, bagi trader, harus pinter-pinter deh dalam menentukan pilihan, di broker mana akan melakukan investasi.

Nah, ngomong-ngomong masalah pilih-pilih broker, boleh dikatakan saya beruntung banget ndak sempet ngalami kebingungan. Bukan kenapa-kenapa, soalnya saking ndak tau apa-apa saat awal memulai belajar forex, akhirnya ya hanya nurut aja saran dari temen yang sudah duluan tau tentang forex. Lah, gimana mau sempet bingung... wong kalaupun dijelasin keunggulan ataupun penawaran dari masing-masing broker itu juga saya ndak bakalan ngerti kok :D

Untungnya, broker yang pertama saya kenal ya Marketiva. Ama broker yang satu ini, terus terang dari awal kenal, boleh dikatakan udah cinta dari pandangan pertama :D Mulai dari tampilan trading platformnya, bantuan support dengan berbagai macam bahasanya, sampai tersedianya room diskusi antar trader. Owh, iya... satu lagi yang paling penting: "hadiah hadir" $5 nya yang tanpa syarat itu:D

Sampai sekarang, bisa dikatakan Marketiva bagi saya bukan sekedar broker tempat bertransaksi, tapi lebih terasa seperti "keluarga". Bukan bermaksud lebay yaa... ;)) tapi emang begitulah rasa yang kita dapet klo kita bertransaksi di Marketiva. Terutama yang saya rasakan sih adanya dukungan support 24 jam real time yang bikin kita ngerasa aman dan nyaman. Misalnya saat kita deposit atau menarik dana, konfirmasi bisa langsung dilakukan dan direspon saat itu juga.

Belum lagi bagi trader yang punya "hobi sampingan" chatting ;)) Room diskusi di Marketiva sudah terasa seperti rumah kedua :D Berbagai info yang berguna (maupun yang tidak berguna :D) bisa kita dapet di room. Menurut saya, ini keunggulan tersendiri dari Marketiva. Adanya room diskusi ini menurut saya membuktikan bahwa Marketiva ini broker yang sangat bisa dipercaya. Loh, kok bisa?

Logikanya gini deh, klo broker yang curang, misalnya mempersulit penarikan dana atau kecurangan yang lain, mereka pasti akan menutup-nutupi kecurangan ini dari para tradernya. Lah, padahal dengan adanya room diskusi kan informasi dari satu trader ke trader yang lain hampir bisa tersebar seketika. Dari situ bisa kita lihat, bahwa Marketiva tidak mencoba menutup-nutupi informasi dan komunikasi antar trader, yang berarti mereka yakin, tidak ada hal buruk tentang layanannya yang akan tersebar.

Emang sih, ini cuma penilaian menurut logika dan pengalaman saya yang belum seberapa... tapi setidaknya gitulah yang saya rasakan selama ini. Boleh dikatakan Marketiva emang "my first love" dan sampai sekarang bikin susah pindah ke lain hati, eh, broker xixixix... ;)) lebay deh ahh... :D

Sunday, 2 May 2010

Sedikit perubahan

'Tiada yang tetap di dunia ini selain perubahan itu sendiri..."

Tidak terasa, sudah setahun lebih saya belajar tentang online forex trading, dan setahun belajar blogging. Apakah ada perubahan? Wah, perubahan tentu saja ada... cuma apakah perubahan itu sudah menuju lebih baik atau tidak, itu yang mungkin masih perlu saya review...

Usaha dan proses belajar menuju yang lebik baik dan lebih dewasa dalam menyikapi setiap masalah tentu masih terus saya lakukan. Untuk itu, saya ucapkan banyak terimakasih untuk dukungan dari rekan-rekan yang telah banyak membantu, terutama dalam menjaga semangat untuk terus belajar dan belajar...

Sedikit perubahan tampilan blog ini cuma untuk penyegaran dan usaha untuk menjaga spirit menghadapi perubahan yang selalu terjadi.

Semoga sukses selalu...

Saturday, 17 April 2010

Indikator: "Antara Ada dan Tiada... "

Ngomongin hal yang satu ini emang ndak akan ada habisnya. Coba aja sekali-sekali tengok ke room. Diantara perbincangan yang (sebagian besar) ndak ada hubungannya dengan forex :D, selalu aja terselip bahasan tentang indikator.

Misalnya gini:
trader A : "GU bakalan naik sampe 1.55xx"
trader B : "mosok, bro? emang liat dari indi apa?"
ato gini:
trader C : "sell EU sekarang, boss?"
trader D : "ntar aja dulu, bro... tunggu indi X crossing ama indi Y"

Hmm... klo ngeliat perbincangan di atas, kayaknya bisa diambil kesimpulan bahwa indikator menjadi rujukan dan dasar segala pengambilan keputusan dalam trading. Ndak heran klo untuk trader baru (setidaknya gw sih...) mencoba memahami indikator adalah "perjuangan wajib" yang harus dilakukan :D Sedangkan untuk trader yang udah advance, ngoprek dan bikin custom indi menjadi "mainan" yang mengasyikkan. Yah, syukur-syukur bisa bikin indi yang keampuhannya diakui oleh trader lain. Mantab bener dah... :D
Klo sampe di sini, kayaknya sih sepakat deh... bahwa indikator hampir tidak bisa dipisahkan dari kegiatan trading. Bahkan ada yang bilang: "trading tanpa indikator itu kayak mengemudi tanpa stir"

Eit, tapi tunggu dulu... akhir-akhir ini (setidaknya yang gw tau sih... :">) ada kecenderungan untuk "meninggalkan" indikator. Banyak trader yang mulai mengadopsi naked chart. Ada yang bilang, "owh... saya ga pake indi, bro... paling cuma candlestick doang" Ada yang menyatakan "buat saya, indikator hanya masalah merasionalkan pengambilan keputusan, yang utama adalah judgment" ato "indikator yang paling andal adalah mata dan otak"

Nah lo, jadi gimana sebaiknya ya... memperlakukan indikator? emang barangkali "suke-suke lah... :D" Jangan-jangan nasib indikator emang "antara ada dan tiada": dicari, dioprex, disayang untuk kemudian "dilupakan"... Halahh... :D