Wednesday, 26 June 2013

Kajian Persepsi Penerimaan Penggunaan Expert Advisor dalam Forex Trading

Dear traders,

Kali ini saya memohon kesediaan rekan-rekan trader untuk partisipasi dalam penelitian yang sedang saya lakukan. Saat ini saya sedang melakukan penelitian dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan studi saya di Program S2 Magister Sistem Informasi di sebuah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer.

Karena kecintaan saya pada dunia trading, maka saya berkeinginan untuk melakukan penelitian di bidang forex trading sebagai dasar penyusunan tesis saya. Disamping itu saya juga melihat bahwa penelitian ilmiah di bidang yang kita cintai ini masih relatif sedikit, sehingga saya berkeinginan untuk menambah kajian ilmiah di bidang forex trading ini. Dengan kajian-kajian ilmiah di bidang forex trading ini saya berharap agar di masa depan forex trading ini semakin diakui sebagai salah satu kegiatan investasi yang memiliki prospek yang bagus dan segala pengambilan keputusan dan tindakan yang ada di dalamnya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Saya berencana untuk melakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi penerimaan para user, dalam hal ini forex trader, dalam penggunaan expert advisor (EA) dalam forex trading.

Untuk kelancaran penelitian ini, saya memohon kesediaan rekan-rekan trader, terutama bagi rekan-rekan yang pernah/sedang menggunakan MetaTrader4 serta pernah mencoba EA (apapun jenisnya), untuk bersedia meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner yang telah saya sediakan sebagai pengumpul data yang nantinya akan saya olah lebih lanjut untuk menarik kesimpulan hasil penelitian.

Rekan-rekan tidak perlu menyertakan identitas personal dalam mengisi kuesioner ini sehingga kerahasiaan identitas rekan-rekan akan terjamin.

Mohon klik di sini untuk mengisi kuesioner.

Terima kasih banyak untuk kesediaan rekan-rekan semua.

May the greenpips always be with you... 

Sunday, 26 May 2013

Questionaire Test

Dear traders...

Saya sangat mengharapkan partisipasi temen-temen dalam test kuesioner yang akan saya pergunakan untuk pengumpulan data untuk tesis saya di bidang Sistem Informasi.

Dalam tesis ini saya akan meneliti tentang Persepsi Penggunaan Expert Advisor dalam Forex Trading. Penelitian ini meneliti penerimaan teknologi expert system, dalam hal ini Expert Advisor.

Mohon bantuan temen-temen trader untuk mengisi dan (kalo ada) memberikan masukan untuk kuesioner yang sudah saya susun ini, sebelum nantinya akan saya sebar secara lebih luas di web site seputarforex.com.

Silahkan klik di sini untuk mengisi kuesioner.

Terima kasih sebelumnya... :-)

Thursday, 23 May 2013

One Step Closer...

Waw... !!!

Rasanya seperti kembali ke masa lalu. hehehe...
Entah sudah berapa lama saya gak sempet nulis lagi di blog ini. Terus terang, blog in punya ikatan emosional yang sangat erat dengan satu masa yang memang sementara ini saya lupakan :">

Bukan berarti saya melupakan forex trading, karena bagaimanapun forex trading sudah melekat di hati. Terbukti meskipun selama beberapa bulan (malah hampir hitungan tahun) ini saya lebih sibuk di kegiatan offline, terutama mengejar impian untuk menambah ilmu lebih lanjut di bidang teknologi informasi, tapi forex trading tetap menjadi oasis tersendiri bagi saya.

Beberapa (ato malah banyak) hal memang sudah berubah... Tapi InsyaAllah perubahan yang terjadi adalah perubahan yang menuju pada yang lebih baik :)

Seiring dengan selangkah lagi dalam pencapaian cita-cita, saya akan mencoba untuk kembali men-share apa yang telah sedikit saya dapat dari "pengasingan" diri saya :D  Apa yang akan saya share memang bukan hal yang besar untuk temen-temen trader, tapi bagi saya itu merupakan pencapaian yang berarti dan menjadi semacam pembuktian... bahwa bagi saya, masa-masa belajar segala hal tentang forex trading merupakan masa-masa yang tidak terlupakan dan semoga membuahkan hal positif dan terindah dalam kehidupan saya.

Terimakasih untuk semua yang telah memberikan dukungan kepada saya selama ini... :)


Saturday, 5 February 2011

My Articles

Mohon maaf, akhir- akhir ini memang saya "gak sempet" post di blog. Mmmm... alesan aja sih... hihihi... :D Mungkin sebenernya bukannya gak sempet, cuma memang akhir-akhir ini blog ini agak terlupakan :">

Sebenernya bukan maksud hati sih... tapi, yah, harap maklum, banyak kesibukan baik online maupun offline yang lumayan menyita waktu, tenaga dan perhatian. Jadinya ya githu deh... lama banget perasaan gak sharing sesuatu yang baru di sini.

Tapi, buat temen-temen yang masih berminat untuk sekedar baca-baca "sesuatu" tentang forex, saya selama beberapa bulan ini rutin post artikel di site Seputar Forex

So, silahkan bagi temen-temen yang berkenan sekedar baca-baca... :"> Barangkali ada komentar dari beberapa artikel yang sudah saya post di situ ;)

Thanks :)

Friday, 2 July 2010

E-book: Pengenalan Forex Trading untuk Pemula

Akhirnya...,
setelah lumayan lama terkatung-katung, saya anggep selesai juga e-book kedua ini... :-D
Lah, kok "diangep" selesai...? xixixix... iyaa... soalnya klo nunggu selesai bener, bisa-bisa ndak selesai-selesai tuh... Maklumlah, namanya juga saya sambil belajar.. :"> jadi kayaknya kok selalu adaaa.. aja yang kurang... Yah, tapi daripada kelamaan, mending saya launch sekarang aja deh... ntar klopun ada perbaikan, saya akan up-date berkala (klo masih ada kemauan dan kemampuan :p)

E-book ini bisa dikatakan akan saling melengkapi dengan e-book pertama saya tentang panduan singkat penggunaan streamster dan saya tujukan kepada temen-temen yang bener-bener baru pengen mengenal apa itu forex trading. Saya sudah berusaha untuk menyederhanakan apa yang saya sampaikan, mudah-mudahan bisa lebih mudah dipahami :-) dan emang isinya juga hanya sekilas tentang apa dan bagaimana forex trading itu serta hanya bertujuan sebagai pengenalan tahap awal saja, supaya calon trader setidaknya tahu, "binatang" apa sih trading forex itu... hehehe... Nah, bagi temen-temen yang kemudian tertarik untuk belajar lebih lanjut, saya sudah cantumkan di e-book ini, site-site yang bisa dikunjungi untuk memperdalam pengetahuan tentang forex trading ini... :-)

Terimakasih saya sampaikan kepada senior dan temen-temen di Marketiva: master wison, crv, anard, razi76, rain_fall, ramuni, obient, alif.romi, uchoke, apping, red_claw dan temen-temen penghuni room indonesia yang kalo saya sebutkan satu per satu bisa-bisa belom kelar juga ampe besok deh keknya... xixixix... Juga kepada temen-temen di berbagai forum: indohyip, pelupa dan birejji... Terimakasih untuk dukungan dan sharingnya... :-)

Akhirnya, saya cuma berharap e-book ini ada guna dan manfaatnya... dan mohon maaf dan harap maklum apabila masih banyak kekurangannya... :">

Silahkan untuk temen-temen yang berkenan baca, untuk langsung download di sini

Sunday, 16 May 2010

Marketiva: susah pindah ke lain hati... :D

Pilih-pilih broker tempat kita akan bertrading ria emang gampang-gampang susah. Bukan karena sedikit pilihan, tapi justru karena saking buanyaknya pilihan. Masing-masing broker punya jurus-jurus jitu untuk menarik calon trader. Mulai dari penawaran leverage yang aduhai, gratis modal (klo deposit dengan nominal tertentu), spread nol de el el. Makanya, bagi trader, harus pinter-pinter deh dalam menentukan pilihan, di broker mana akan melakukan investasi.

Nah, ngomong-ngomong masalah pilih-pilih broker, boleh dikatakan saya beruntung banget ndak sempet ngalami kebingungan. Bukan kenapa-kenapa, soalnya saking ndak tau apa-apa saat awal memulai belajar forex, akhirnya ya hanya nurut aja saran dari temen yang sudah duluan tau tentang forex. Lah, gimana mau sempet bingung... wong kalaupun dijelasin keunggulan ataupun penawaran dari masing-masing broker itu juga saya ndak bakalan ngerti kok :D

Untungnya, broker yang pertama saya kenal ya Marketiva. Ama broker yang satu ini, terus terang dari awal kenal, boleh dikatakan udah cinta dari pandangan pertama :D Mulai dari tampilan trading platformnya, bantuan support dengan berbagai macam bahasanya, sampai tersedianya room diskusi antar trader. Owh, iya... satu lagi yang paling penting: "hadiah hadir" $5 nya yang tanpa syarat itu:D

Sampai sekarang, bisa dikatakan Marketiva bagi saya bukan sekedar broker tempat bertransaksi, tapi lebih terasa seperti "keluarga". Bukan bermaksud lebay yaa... ;)) tapi emang begitulah rasa yang kita dapet klo kita bertransaksi di Marketiva. Terutama yang saya rasakan sih adanya dukungan support 24 jam real time yang bikin kita ngerasa aman dan nyaman. Misalnya saat kita deposit atau menarik dana, konfirmasi bisa langsung dilakukan dan direspon saat itu juga.

Belum lagi bagi trader yang punya "hobi sampingan" chatting ;)) Room diskusi di Marketiva sudah terasa seperti rumah kedua :D Berbagai info yang berguna (maupun yang tidak berguna :D) bisa kita dapet di room. Menurut saya, ini keunggulan tersendiri dari Marketiva. Adanya room diskusi ini menurut saya membuktikan bahwa Marketiva ini broker yang sangat bisa dipercaya. Loh, kok bisa?

Logikanya gini deh, klo broker yang curang, misalnya mempersulit penarikan dana atau kecurangan yang lain, mereka pasti akan menutup-nutupi kecurangan ini dari para tradernya. Lah, padahal dengan adanya room diskusi kan informasi dari satu trader ke trader yang lain hampir bisa tersebar seketika. Dari situ bisa kita lihat, bahwa Marketiva tidak mencoba menutup-nutupi informasi dan komunikasi antar trader, yang berarti mereka yakin, tidak ada hal buruk tentang layanannya yang akan tersebar.

Emang sih, ini cuma penilaian menurut logika dan pengalaman saya yang belum seberapa... tapi setidaknya gitulah yang saya rasakan selama ini. Boleh dikatakan Marketiva emang "my first love" dan sampai sekarang bikin susah pindah ke lain hati, eh, broker xixixix... ;)) lebay deh ahh... :D

Sunday, 2 May 2010

Sedikit perubahan

'Tiada yang tetap di dunia ini selain perubahan itu sendiri..."

Tidak terasa, sudah setahun lebih saya belajar tentang online forex trading, dan setahun belajar blogging. Apakah ada perubahan? Wah, perubahan tentu saja ada... cuma apakah perubahan itu sudah menuju lebih baik atau tidak, itu yang mungkin masih perlu saya review...

Usaha dan proses belajar menuju yang lebik baik dan lebih dewasa dalam menyikapi setiap masalah tentu masih terus saya lakukan. Untuk itu, saya ucapkan banyak terimakasih untuk dukungan dari rekan-rekan yang telah banyak membantu, terutama dalam menjaga semangat untuk terus belajar dan belajar...

Sedikit perubahan tampilan blog ini cuma untuk penyegaran dan usaha untuk menjaga spirit menghadapi perubahan yang selalu terjadi.

Semoga sukses selalu...

Saturday, 17 April 2010

Indikator: "Antara Ada dan Tiada... "

Ngomongin hal yang satu ini emang ndak akan ada habisnya. Coba aja sekali-sekali tengok ke room. Diantara perbincangan yang (sebagian besar) ndak ada hubungannya dengan forex :D, selalu aja terselip bahasan tentang indikator.

Misalnya gini:
trader A : "GU bakalan naik sampe 1.55xx"
trader B : "mosok, bro? emang liat dari indi apa?"
ato gini:
trader C : "sell EU sekarang, boss?"
trader D : "ntar aja dulu, bro... tunggu indi X crossing ama indi Y"

Hmm... klo ngeliat perbincangan di atas, kayaknya bisa diambil kesimpulan bahwa indikator menjadi rujukan dan dasar segala pengambilan keputusan dalam trading. Ndak heran klo untuk trader baru (setidaknya gw sih...) mencoba memahami indikator adalah "perjuangan wajib" yang harus dilakukan :D Sedangkan untuk trader yang udah advance, ngoprek dan bikin custom indi menjadi "mainan" yang mengasyikkan. Yah, syukur-syukur bisa bikin indi yang keampuhannya diakui oleh trader lain. Mantab bener dah... :D
Klo sampe di sini, kayaknya sih sepakat deh... bahwa indikator hampir tidak bisa dipisahkan dari kegiatan trading. Bahkan ada yang bilang: "trading tanpa indikator itu kayak mengemudi tanpa stir"

Eit, tapi tunggu dulu... akhir-akhir ini (setidaknya yang gw tau sih... :">) ada kecenderungan untuk "meninggalkan" indikator. Banyak trader yang mulai mengadopsi naked chart. Ada yang bilang, "owh... saya ga pake indi, bro... paling cuma candlestick doang" Ada yang menyatakan "buat saya, indikator hanya masalah merasionalkan pengambilan keputusan, yang utama adalah judgment" ato "indikator yang paling andal adalah mata dan otak"

Nah lo, jadi gimana sebaiknya ya... memperlakukan indikator? emang barangkali "suke-suke lah... :D" Jangan-jangan nasib indikator emang "antara ada dan tiada": dicari, dioprex, disayang untuk kemudian "dilupakan"... Halahh... :D

Monday, 15 March 2010

Antara faktor psikologis dan teknikal

Awal denger tentang psikologi trading, terus terang gw rada skeptis. Mosok sih segithu ngaruhnya? Gw kira trading itu lebih banyak dipengaruhi oleh masalah teknikal. Itulah mengapa, dengan semangat '45 gw berusaha keras untuk memahami masalah teknis. Setiap denger ada indikator yang gw ngerasa belum kenal, langsung deh tertantang buat bisa paham. Apalagi klo denger ada trading system "baru". Wah... perasaan kayak waktu dulu denger ada release film baru dari bintang yang gw nge-fans deh... :D Nanya sana-sini dan googling sana-sini jadi kegiatan rutin :D

Weh, tapi makin ke sini kok gw kerasa "cape" ya? bukan brarti semangat belajar menurun loh... Cuma, gw ngerasa, indikator se-mantap apapun, klo psikologi trading kita belum kebentuk, akhirnya loss juga yang kita dapet...

Apalagi yang namanya perkara teknis ini ndak bakalan ada habis perkembangannya. Selalu aja bermunculan trading system "baru". Coba aja liat di forum-forum. Setiap master mempresentasikan trading system masing-masing, yang klo diliat, ya emang mantap-mantap semua deh... :D

Mau belajar trading system dari para master? Loh, ya emang harus itu :-) Cuma, sebaiknya ndak usah "maruk" harus paham semuanya deh... bisa cape sendiri loh... :D

Klo udah ketemu trading system yang enak, ya mending ndak usak terlalu banyak nyari-nyari lagi. Tinggal asah dan sempurnakan ajah...

Ndak usah minder klo ndak tau trading system ato indikator yang lagi "in" :D Juga ndak usah minder dengan indikator yang "sederhana". Klo emang dah cocok dengan indikator MA, misalnya, ya udah... pake aja indikator itu

Gw masih inget wejangan suhu di awal gw cerewet nanya-nanya tentang indikator: "semua indikator pada dasarnya sama, tergantung pemahamannya... :-)" Wew, sayangnya, gw saat itu ndak langsung paham... Tapi ya sudahlah, ndak perlu disesali :D Toh ndak ada ruginya juga belajar... Ngg... cuma "kebetulan" gw aja kale... yang dudulznya kebanged-an. Jadi untuk rada paham satu indikator aja perlu waktu yang ndak singkat. Alhasil, ya githulah... jadi kusyut abis deh... xixixix :D

Sekarang kayaknya waktunya gw mulai menata masalah psikologi-nya. Disamping tentu saja belajar teknikal emang ndak pernah ada kata berhenti. Lah, wong buanyak buanget ternyata, yang gw belom paham... :D Tapi, ya itu, sambil jalan aja deh... Yang penting enjoy saat proses belajarnya... :-)

Hmm... kira-kira kapan ya, nyampe taraf bisa "dance with the market"? Masih jauuuhh kale ya? xixixix :D Yah, asal ndak pensiun dini ajah :D Mohon pencerahannya, master... :"> :D

Saturday, 27 February 2010

Kenali resiko sebelum "nyemplung" :D

Nyemplung ke mana neehh...? ya nyemplung ke mana ajalah... :D Lah, klo misalnya ada kolam, tyus kita mo nyemplung ke kolam itu, logikanya kan kita mesti tau dulu, tu kolam kira-kira dalemnya segimana, airnya beracun ndak, ada buaya ato binatang yang bahaya lainnya ndak... dst...dst... ya kan? Jangan maulah... main nekad langsung terjun githu aja... konyol tuh namanya :D

Nah, perumpamaan itu juga coba kita terapkan sebelum berniat nyemplung ke dunia trading forex...

Terus terang, gw suka miris liat temen-temen nubi yang belom apa-apa udah main berani invest dengan nominal yang relatif gedhe... Weh, apalagi klo itu dana hasil pinjem... wadduuhh... gawad tuh... Yang begini ini nih, yang bikin orang jadi antipati begitu denger kata "forex". Soalnya, yang namanya berita negatif emang lebih gampang kesebar ketimbang berita positif... Ndak tau kenapa, orang lebih seneng ngomongin hal-hal negatif tentang orang lain daripada hal positif. Jadi, klo ada hal negatif tentang forex, wah, langsung deh... nyebarnya cuepet banged :D Jadi ndak heran klo ada orang yang bilang: forex? judi tuuhhh... modal bisa amblas dalam sekejap...

Iya sih, forex emang bukan jalan pintas menjadi kaya. Lah, emang ada jalan pintas kayak githu? :D Yang menjadi concern gw, seharusnya sebelum kita melakukan sesuatu, kita harus tau betul segala resiko atas tindakan kita. Apalagi ini menyangkut masalah investasi... Logikanya, kita mesti melakukan studi kelayakan sebelum memutuskan untuk melakukannya, iya kan?

Emang sih, hak masing-masing trader untuk menentukan, kapan akan mulai melakukan deposit... Cuma, menurut gw, ada baiknya sebelum melakukannya, cobalah review dulu, apakah kemampuan analisis kita udah mumpuni... Liat dulu deh, performance report kita... Klo keliatan masi amburadul, ya... tahan dulu napsu untuk deposit :D Mending belajar, coba, dan belajar, coba lagi... Kan udah disediain uang virtual tuh... buat belajar...

So, jangan bosan belajar ya... dan jangan keburu napsu buat deposit, daripada ntar jadi kapok... :D

Tuesday, 23 February 2010

Positive thinking, positive attitude...

Gw suka heran klo pas ketemu ato liat temen trader yang berbahasa kasar dan negatif di chat room, kok bisa ya, ada orang yang sekasar dan senegatif itu...

Buat sebagian orang, mungkin, chat room emang bisa dijadiian pelampiasan, entah itu kekesalan, kekecewaan ataupun kepuasan. Ndak heran klo kata-kata semacem: uasseemm, sialan,-dan kata-kata lain yang gw ndak tega nulisnya disini- bertebaran di room. Masi mending klo yang jadi sasaran makian cuma pair. Ya lah..., yang gini sih gw anggap buat seru-seruan ajah... :D Tapi gw mulai merasa terganggu klo yang dikata-katain itu temen sesama trader... Bukan kenapa-kenapa, soalnya klo gw sih, klo emang mood lagi negatif, gw mending diem, alias ndak masuk room, daripada mengumbar kata-kata negatif, apalagi kasar...

Mungkin ada yang heran, kenapa gw tiba-tiba cerewet bahas hal kayak gini ya... xixixix... yah... kebetulan aja pas keinget :D Lagian klo meurut gw, masalah adab dan sopan santun berkomunikasi itu bukan masalah yang sepele. Bukannya apa yang kita ucapkan ato tulis,-apalagi di tempat umum, termasuk chat room- itu mencerminkan kepribadian kita?

Okeylah... di chat room mungkin kita ngerasa bebas, karena kita bisa pikir toh ndak keliatan tampang ataupun bahkan nama asli kita :D Tapi gimanapun menurut gw, tetep aja id atau username itu adalah pencerminan diri kita yang sesungguhnya...

Lagi pula, gw percaya klo hal yang negatif itu akan menarik hal negatif. Demikian sebaliknya, hal positif akan menarik hal positif... So, apa salahnya kita berpikir dan bertingkah laku positif di mana saja, termasuk di chat room. Gw setuju banged tuh, ama nasehat pak anard: trade wisely, chat nicely...

Monday, 15 February 2010

Sementara, kembali ke virtual dulu... :D

Terimakasih banyak buat temen-temen dan para master yang udah bersedia kasih comment di post terdahulu. Semua inputan dan saran menjadi bahan pertimbangan buat gw untuk mereview apakah aktifitas gw di dunia trading forex ini akan terus berlanjut...

Sementara ini, gw kembali ke virtual dulu deh... :D
Mudah-mudahan ini bisa jadi jalan tengah. Harapannya, gw ndak melakukan hal-hal yang belum gw yakini 100%, tapi masi bisa terus belajar.

Terus terang untuk langsung meninggalkan dunia trading forex ini, kerasa syusyah banged :D Soalnya, gw ngerasa udah menemukan passion gw di sini. Jangankan dapet profit, wong sekedar liat chart, liat proses tarik-menarik buy-sell, liat gimana candlestick terbentuk... githu aja udah seneng kok... :D Walah, kok malah jadi curhat nih... :">

Ya githu deh... :D

Oya, minggu ini genap setahun gw di Marketiva [dan belajar trading forex]. Ada banyak yang udah gw dapet. Bukan masalah materi loh..., tapi lebih pada pengalaman baru, ilmu-ilmu baru, kebiasaan baru [jadi burung hantu, maksudnya :D] dan temen-temen baru -yang meskipun pernah ketemu aja kaga- tapi dah kerasa kayak temen senasib-seperjuangan :D

Sekali lagi gw ucapkan terimakasih untuk para master dan temen-temen di Marketiva, hanya karena rasa kebersamaan inilah yang bikin gw kerasa betah dan tetep semangat untuk terus belajar...

Semoga tetap survive dan semakin sukses :-)

Wednesday, 27 January 2010

Hukum Syari'ah Transaksi Valas

Muup sebelumnya, klo posting kali ini rada serius... :-) Soalnya beberapa hari ini gw emang lagi nyari dasar hukum (syari'ah) yang berkaitan dengan transaksi valas. Ndak tau kenapa, tiba2 aja gw jadi pengen tau, gimana sih pandangan secara syar'i mengenai kegiatan yang jadi hobi gw ini. Lagi keluar nyadarnya kale, ya... qqq maklum, selama ini pengsan... :D

Nah, setelah gw coba cari dan nanya sana-sini, hasil yang gw peroleh kurang lebih seperti berikut:

Pada prinsip syariahnya, perdagangan valuta asing dapat dianalogikan dan dikategorikan dengan pertukaran antara emas dan perak atau dikenal dalam terminologi fiqih dengan istilah (sharf) yang disepakati para ulama tentang keabsahannya. (Ibnul Mundzir dalam Al-Ijma’:58).

Emas dan perak sebagai mata uang tidak boleh ditukarkan dengan sejenisnya misalnya Rupiah kepada Rupiah (IDR) atau US Dolar (USD) kepada Dolar kecuali sama jumlahnya (contohnya; pecahan kecil ditukarkan pecahan besar asalkan jumlah nominalnya sama). Hal itu karena dapat menimbulkan Riba Fadhl seperti yang dimaksud dalam larangan hadits di atas. Namun bila berbeda jenisnya, seperti Rupiah kepada Dolar atau sebaliknya maka dapat ditukarkan (exchange) sesuai dengan market rate (harga pasar) dengan catatan harus efektif kontan/spot (taqabudh fi’li) atau yang dikategorikan spot (taqabudh hukmi) menurut kelaziman pasar yang berlaku sebagaimana yang dikemukakan Ibnu Qudamah (Al-Mughni, vol 4) tentang kriteria ‘tunai’ atau ‘kontan’ dalam jual beli yang dikembalikan kepada kelaziman pasar yang berlaku meskipun hal itu melewati beberapa jam penyelesaian (settelment-nya) karena proses teknis transaksi. Harga atas pertukaran itu dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli atau harga pasar (market rate).

Nabi bersabda: “Perjualbelikanlah emas dengan perak semau kalian asalkan secara kontan” dan dalam hadits Ibnu Umar Rasulullah memberikan penjelasan bahwa ketentuan kontan tersebut fleksibel selama dalam toleransi waktu yang lazim, tidak menimbulkan persoalan dan tetap dalam harga yang sama pada hari transaksi (bisi’ri yaumiha).

Dalam praktiknya, untuk menghindari penyimpangan syariah, maka kegiatan transaksi dan perdagangan valuta asing (valas) harus terbebas dari unsur riba, maysir(spekulasi gambling) dan gharar (ketidak jelasan, manipulasi dan penipuan). Oleh karena itu jual beli maupun bisnis valas harus dilakukan dalam secara kontan (spot) atau kategori kontan.

Motif pertukaran itupun tidak boleh untuk spekulasi yang dapat menjurus kepada judi/gambling (maysir) melainkan untuk membiayai transaksi-transaksi yang dilakukan rumah tangga, perusahaan dan pemerintah guna memenuhi kebutuhan konsumsi, investasi, ekspor-impor atau komersial baik barang maupun jasa (transaction motive).

Disamping itu perlu dihindari jual-beli valas secara bersyarat dimana pihak penjual mensyaratakan kepada pembeli harus mau menjual kembali kepadanya pada periode tertentu dimasa mendatang, serta tidak diperkenankan menjual lagi barang yang belum diterima secara definitif (Bai’ Fudhuli) sebagaimana hal itu dilarang dalam hadits riwayat imam Bukhari.

Ketentuan umum tentang seputar kegiatan transaksi jual-beli valuta asing berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Sharf pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
b. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
c. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
d. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Adapun ketentuan mengenai hukum Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing, dijelaskan dalam fatwa tersebut sebagai berikut:

1. Transaksi Spot,
yaitu transaksi pembelian dan pen-jualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.
2. Transaksi Forward,
yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang diguna-kan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).
3. Transaksi Swap,
yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasi-kan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maysir (spekulasi).
4. Transaksi Option,
yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maysir (spekulasi).

Nah, itu tentang ketentuan-ketentuannya. Sekarang, pertanyaan gw selanjutnya adalah: apakah transaksi yang biasa kita lakukan memenuhi kriteria transaksi yang halal?

Untuk itu gw sekali lagi nanya sana-sini (maklum, gw sendiri kurang paham tentang macem-macem kriteria transaksi valas...) dan, hasilnya, sementara ini dapat diambil kesimpulan bahwa transaksi yang berlaku di Marketiva adalah transaksi jenis pertama (transaksi spot), yang masuk kategori halal.

Sampai di sini terus terang gw masih belum yakin juga, sebab yang masih menjadi ganjalan adalah point-point tujuan transaksi yang kita lakukan. Seperti disebutkan di atas, transaksi yang dilakukan haruslah dengan motif kebutuhan atau simpanan, bukan untuk spekulasi. Di point ini gw masih ragu, apakah yang kita lakukan ini bukan termasuk motif spekulasi?

Di sini gw minta opini dari temen-temen semua. Jadi khusus untuk post kali ini, gw buka option comment-nya. Please, leave comment deh... Bantu gw identify, apakah tujuan transaksi kita itu spekulasi atau bukan? Makasih banged sebelumnya :-)

-------

do'oh... muup banged nih... option comment kemaren rada kacau, jadi ndak muncul... :-( nah. sekarang dah muncul nih...
mohon comment-nya ya... makasih banged sekali lagi...

Monday, 25 January 2010

Master vs Nubi

Apa bedanya master ama nubi? Ini topik yang pernah jadi diskusi panas di room beberapa hari yang lalu :D

Ada temen yang berpendapat bahwa sebenernya ndak ada beda antara master dan nubi. Menurut pendapatnya, biar master sekelas apapun, peluang profit untuk setiap posisi tetap sama 50:50. Mo pake analisis secanggih apapun, pada akhirnya semua akan ditentukan oleh nasib dan market. Jadi ndak ada bedanya dengan nubi yang melakukan open position tanpa analisis, cuma klik, dan berdo'a... Klo nasib lagi mujur ya ijo, klo lagi sial ya merah... :D

Apa bener githu? Weh... terus terang, klo githu kenyataannya, gw rada tersinggung juga nih... Bukan berarti gw ngerasa master dan beda dengan nubi loh... Cuman, mosok sih "pengorbanan" gw selama ini dalam rangka belajar dan memahami segala sesuatu tentang forex trading ini ndak ada gunanya?

Untung ada temen yang berpendapat lain. Gini, okelah peluang profit sama 50:50, tapi ada beda di "tingkat keyakinan". Boleh gw ambil kesimpulan, peluang sama 50:50, tapi mengambil posisi tanpa analisis keyakinannya mungkin berkisar 50%. Klo dengan analisis abal-abal? ya... mungkin berkisar antara 60%lah... xixixix Nah, klo dengan analisis matang? bisa jadi meningkat jadi 95%.

Hmm... sampai di sini gw jadi rada lega... Ooo... brarti ada gunanya juga ya, gw dibela-belain begadangan buat belajar... :D Walah... bisa jadi ini hanya menghibur diri :D Yah, setidaknya dengan dasar analisis yang "dapat dipertanggungjawabkan", gw ndak terlalu nyesel klo ternyata dapet pips merah juga :D

Yang jelas sih klo gw yang ditanya: apa bedanya master ama nubi? Gw jawab: ya jelas bedalah... wong huruf depannya aja beda, satunya "m", yang satunya "n" =))

Wednesday, 23 December 2009

e-Book Panduan Singkat Streamster

E-book ini gw bikin khusus buat temen-temen yang [asli] newbie, yang mungkin masih have no idea: "ini streamster mo diapain?", "gimana cara mulainya?" ato "gimana sih cara buy/sell?" xixixix... Tenang aja, bro... I know what you feel, 'cause I feel that way too... ;)

Gw sengaja bikin panduan ini sesingkat dan semudah mungkin, dan cuma bertujuan supaya temen-temen newbie bisa menggunakan streamster. Artinya, bisa sedikit meng-customize chart dan melakukan transaksi. Tentang bagaimana pemahaman tentang indikator dan bagaimana supaya transaksi menghasilkan profit, itu sih silahkan belajar sendiri di situs-situs belajar buat forex yang udah gw rekomendasikan :-) Lah, gimana mo ngasih saran, wong gw sendiri juga masih jauuuhh.... xixixix...

Buat temen-temen [asli] newbie, silahkan langsung mengikuti. Buat para master, ngg... bisa minta tolong? :"> Klo sempet, tolong diliatin juga doong..., sapa tau ada yang salah, tolong di koreksi... :-) Maklum, masi belajar juga... :">

Ok, silahkan langsung download di sini

Semoga bermanfaat :-)

Sunday, 13 December 2009

Catatan akhir tahun...

Ndak kerasa, tahun 2009 bakalan segera berakhir... Tahun ini adalah tahun yang "istimewa" dan penuh warna buat gw... Kenapa? Ya kenapa lagi klo bukan: di tahun inilah gw mulai kenal dengan marketiva dan forex trading :-)

Gw kenal marketiva di akhir bulan Pebruari... Sebuah perkenalan yang boleh dibilang berbuntut panjang xixixix... :D Diawali dengan keblo'onan dan kebingungan, yang [sejujurnya], sampai sekarang juga bisa dibilang belum sembuh juga =))

Yang jelas, bulan-bulan awal gw rasakan sebagai masa-masa yang paling "berat". Maklum, gw bener-bener mulai dari nol besaaarrr... baik pengetahuan tentang forex-nya maupun segala hal yang berhubungan dengan kegiatan online. Jadinya, ya... belajar sana-sini, nanya sana-sini [plus dicueqin sana-sini :D] gooling sana-sini, download sana-sini, dan tersaruk sana-sini :)) Hasilnya? Kurang tidur, ndak enak makan dan berat badan turun 5 kg =))

Sebenernya dikatakan "berat" ya ndak juga sih... wong enjoy aja kok ;) sluuurrp deh.. pokoke :))

Trus, apa sih sebenernya yang bikin gw masih bertahan di sini? Ngg... apa ya? Xixixix... Jujur aja, klo dari sisi finansial sih ndak banyak, wong modal juga se-upil :D Justru yang gw ngerasa dapet banyak dari sini adalah macem-macem ilmu yang relatif baru buat gw, dan yang terpenting, gw "bertemu" dengan orang-orang "sejenis" :D Maksudnya, yang sama-sama [bahkan lebih] maniak chart dan jatuh cinta ama [deretan] angka! :)) Asli, di "dunia nyata" gw jarang ato malah bisa dibilang belum pernah ketemu dengan orang yang begitu cinta [sampe rela lototin dan utak-atik seharian] chart dan angka :D

Hanya karena dukungan dan kebersamaan dari temen-temen traderlah yang bikin gw betah dan sampe sekarang masih mau terus belajar :-) Terimakasih untuk para senior dan temen-temen "seperjuangan" di Marketiva. Untuk mentor dan guru paling jempolan, master Wison, terimakasih atas bimbingan dan kesabarannya yang luar biasa :D Juga kepada pak Anton, rain_fall, obient, dan crv untuk pencerahan dan sharingnya :D Dan juga semua temen-temen trader di MV, terutama "penghuni" room Indonesia- yang ndak mungkin saya sebut satu per satu-, untuk sharing, canda dan keceriaannya :D You guys are awesome! :D

Selamat tahun baru, semoga masih "ketemu" lagi di tahun depan, lebih sukses serta sehat selalu... ;)

Saturday, 5 December 2009

See "trading" with new eyes :D

Halah... kok jadi iklan mobil ya... :D

Asli, seminggu ini gw baru dapet banyak kejadian yang ternyata mampu merubah cara pandang gw terhadap trading. Ngg... kejadian selengkapnya silahkan baca di my diary deh... [sekalian ngenalin blog terbaru gw :p xixixix...]

Terus terang, selama ini gw menganggap trading sebagai hobi, my passion githu... Jadi, ya... rada banyak main-mainnya :p Gw pikir, toh juga ndak ngelibatin modal banyak-banyak... Jadi reaksi gw terhadap hasil masing-masing posisi lebih pada puas ato ndaknya :D Klo bisa kena TP: "wiiih... seeep... brarti itung-itungan gw bener..." Klo kena SL: "yaa... brarti analisis gw masi salah deh..." Klo MC: *nyengir doang... xixixix...

Sekarang, belajar dari masukan yang gw dapet, gw mulai memandang trading bukan hanya sekedar kesenengan [plus keisengan :p], tapi lebih pada bagaimana mengelola dan menumbuhkan investasi yang udah dilakukan. Bukan berarti sisi passion-nya jadi ilang, tapi setidaknya gw lebih bijak dan berhati-hati dalam mengelola margin.

Yah, mudah-mudahan dengan perubahan cara pandang ini, untuk ke depannya gw bisa lebih bijak dan tetep survive, syukur-syukur bisa njadiin trading sebagai second income ato malah bisa memutuskan untuk jadi full-time trader, bukan fun-time trader kayak sekarang :D
Halah... klo itu sih masi jauuuh kalee... wong masi loss mulu... =))

Sunday, 22 November 2009

Put First Thing First

Gimana hayoo... cara masukin batu, kerikil, pasir dan air ke dalam sebuah gelas? Weh, ngapain juga masukin benda-benda kayak githu ke gelas? xixixix... Bukan iseng loh... :D Gw cuma mau memperlihatkan bahwa berbeda urutan kita masukin benda-benda itu ke dalam gelas, berbeda nantinya komposisi akhir benda yang dimuat di gelas itu... :-) Kalo urutan masukinnya: air, pasir, kerikil, baru terakhir batu, dijamin hasilnya berantakan, banyak berceceran ato malah si batu terlanjur ndak kebagian tempat di gelas itu. Tapi, klo urutan kita masukinnya: batu, kerikil, pasir, baru kemudian air, kemungkinan besar hasil kerja akan lebih rapih, dan, ini yang lebih penting: semua benda itu kebagian tempat!

Trus emang kenapa githu? Ya... gw cuma mau nggambarin bahwa skala prioritas kita dalam menentukan kegiatan apa yang kita lakukan sehari-hari akan sangat ngaruh dalam total kegiatan apa saja yang bakalan bisa kita lakukan setiap harinya... :-)

Pernah ato sering merasa ada banyak kegiatan yang semestinya wajib kita lakukan tapi sering ndak sempat dilakukan? Klo jawabnya iya, ada baiknya coba ditinjau lagi deh... barangkali kita salah dalam menentukan urutan prioritas kegiatan kita :-) Barangkali kita kebanyaken masukin pasir (kegiatan yang kurang penting) duluan, jadi batu (kegiatan yang penting) malah akhirnya ndak kebagian tempat :-)

Lah, trus atas dasar apa kita menentukan prioritas kepentingan masing-masing kegiatan? Nah, klo yang ini, kembali lagi kepada purpose of life masing -masing :-) Jadi, silahkan tentukan dulu purpose of life, kemudian dari situ kita bisa tetapkan skala prioritas kegiatan, trus usahakan lakukan kegiatan sesuai skala prioritas tersebut :-) Weh, ruwet amat... xixixix.... Sebenernya ndak juga kok... itu kan teorinya :-) prakteknya ndak harus serumit itu... :D Kita bisa krasa kok, kalo kegiatan "ini" lebih penting dari kegiatan "itu", misalnya... :-)

Mau contoh? Gini: karena purpose of life gw itu gimana bisa hidup seimbang dan dikelilingi banyak kasih sayang [cieee... xixixix...] maka gw merasa bahwa kegiatan berkunjung ke rumah sodara di akhir pekan itu lebih penting dari baca novel di kamar. Toh untuk baca novel [diumpamakan air di contoh gelas tadi] selalu ada tempat di sela-sela kegiatan yang lebih penting. Klo emang namanya udah hobi, ya..., asal masih punya tenaga pastilah kita punya waktu untuk melakukannya [kadang-kadang pake dibela-belain begadangan segala... xixixix... Lah, buktinya, gw lewat tengah malem gini masih sempet-sempetnya posting... halah... :"> xixixix...] Ya githulah, kira-kira gambarannya... :-)

So, mari kita tetapkan skala prioritas :-) Klo emang punya purpose of life: hidup yang penuh kasih sayang, ya utamakan dooong menjaga relationship dengan orang-orang yang kita sayangi. Oya, silahkan share juga ide ini dengan orang-orang yang kita sayangi. Lah... gw juga barusan sharing kan? :">

Percaya deh, waktu untuk kegiatan yang lain macam ngutak-atik indikator ato maen bejeweled itu selalu ada... ;) xixixix... *kabuuurrrr... [sebelum kena hukuman lari keliling lapangan... =)) ]

Monday, 16 November 2009

Begin With The End In Mind

'Tul... Emang, gw ambil judul post kali ini dari habit pertama dalam The 7 Habits-nya Stephen R. Covey. Gw pengen sedikit ngebahas tentang bagaimana sih membuat segala target yang ingin kita capai itu menjadi lebih "menyenangkan" :-)

Umumnya kita, klo udah bicara tentang "target", yang kebayang adalah sesuatu yang "harus" kita capai, sesuatu yang butuh usaha keras, singkatnya: bikin stress deh... :D Lah, klo belum apa-apa udah stress duluan, gimana kita bisa memunculkan energi positif untuk mewujudkan apa yang ingin kita capai itu?

Nah, itu dia masalahnya... kebanyakan orang modern sekarang emang udah terjangkit penyakit "harus-itis" :D Lah, apaan lagi tuh? xixixix... itu sih cuma istilah yang dipake untuk menggambarkan bagaimana orang modern sekarang banyak dibebani dengan berbagai macam "keharusan" pencapaian [yang biasanya dibikin sendiri]. Bentuknya bisa macem-macem, misalnya: dalam 5 tahun ke depan gw harus naik jabatan, ato dalam jangka waktu 5 bulan ini usaha gw harus balik modal, ato yang [menurut gw] konyol misalnya: dalam tahun ini gw harus nikah... :)) Halah... =)) Mosok sampe urusan yang kayak githu aja mesti pake target :p

Lah, terus gimana doong... apa klo githu kita ndak perlu punya target? Weh, gw ndak bilang githu... Pada intinya, gw malah menekankan perlunya menetapkan visi dan tujuan yang ingin kita capai di masa depan. Gw sepakat bahwa segala sesuatunya itu perlu direncanakan. Tapi.... ada tapinya nih... :-) Kita perlu bikin gimana caranya supaya "target" yang ingin kita capai itu tidak kita rasakan sebagai suatu "keharusan" yang ujung-ujungnya dirasakan sebagai suatu beban...

Pengen tau caranya? Gini, usahakan "target" itu menyenangkan untuk dibayangkan dan kita bisa betul-betul merasakan "rasa"nya. Mau contoh? Misalnya: daripada kita pasang target "500 pips sehari", misalnya, mendingan kita bikin visi seperti: "gw dapat 500 pips sehari, jadi akhir tahun ini gw bisa liburan ke Bali" Terus... kita bisa bayangkan apa saja yang akan kita lakukan saat liburan akhir tahun di Bali itu... Oh... gw mau berjemur seharian di pantai, oh... gw mau surfing, oh... gw mau diving..., oh... gw mah mau nungging =)) Terserah deh... suka-suka :)) Pokoknya, bayangkan hal-hal yang mengasyikkan buat kita... Asyik kan? Nah, itu yang dinamakan mind mapping :-) Dijamin dengan membayangkan dan merencanakan hal-hal yang menyenangkan semacam itu, yang keluar adalah energi positif, bukannya stress karena membayangkan keharusan dapet 500 pips sehari ;)

Gambaran yang gw kasih di atas itu sekedar contoh :-) Masing-masing orang punya passion yang berbeda, jadi mungkin hal-hal menyenangkan yang bisa membangkitkan energi positif juga berbeda untuk masing-masing individu. Silahkan cari sendiri, apa sih yang bisa bikin kita timbul semangat untuk ingin mencapainya? Yang jelas, disitulah bedanya kita "begin with the end in mind" dengan sekedar pasang "target". Membayangkan hal-hal menyenangkan yang ingin kita capai akan menimbulkan energi positif, sedangkan target cenderung menimbulkan energi negatif :-)

Eh, btw, pernah ada yang nanya ke gw: target loe berapa pips sehari? gw jawab: oh... dulu gw pasang target 1K pips sehari :-) Weh, untung aja dia ndak nanya berapa target gw sekarang :D Klo pertanyaannya githu, huaduuh... terus terang gw ndak bisa jawab angka pastinya :p Ada yang bisa bantu ngitungnya ndak? Soalnya sekarang gw lagi pengen liburan sebulan penuh di pantai pasir putih di kepulauan di utara sono... ;) xixixix... Just kidding... =))

Tuesday, 10 November 2009

The Art of Feelin' Good

Kali ini gw hanya pengen ngungkapin, semakin gw belajar trading, semakin gw menyadari pentingnya psikologi trading... Dulu gw suka bertanya-tanya, emang ngaruh banged githu, masalah psikologi dengan trading? Sempet rada heran juga, kenapa banyak master yang banyak ngebahas masalah psikologi ini. Mosok segithunya sih ngaruhnya? Apa hanya dengan kondisi psikologis yang positif kemudian langsung bikin transaksi kita jadi profit?

Weh, emang ya ndak ngaruh secara instant githu sih... bukan berarti kalo posisi kita banyak loss tapi karena kemudian kita keep smiling trus yang merah langsung berubah jadi ijo... Itu sih sihir namanya :)) Tapi, gw masih inget banged pernah diwejangi ama suhu, bahwa kondisi psikologis yang positif pada saat trading akan membantu kita dalam mensikapi dan mengambil tindakan untuk mengantisipasi keadaan yang kita hadapi :-)

Lebih gw banyak baca tentang buku-buku psikologi umum, lebih bikin gw yakin bahwa kondisi psikologis seseorang banyak banged pengaruhnya dalam proses pengambilan keputusan. Kalo kondisi psikologis positif, maka pengambilan keputusan akan lebih berdampak positif. Nah, bukannya apa yang kita lakukan saat trading itu selalu berkaitan dengan pengambilan keputusan? Bukannya "pertanyaan yang populer" bagi trader [terutama di room :-)] ndak jauh-jauh dari: buy ato sell? berapa TP? berapa SL? close sekarang ato nggak ya? Nah, itu semua kan menggambarkan keputusan-keputusan yang harus diambil pada saat trading :-) Jelas bahwa kegiatan trading itu serangkaian kegiatan pengambilan keputusan.

Saran gw, sebaiknya hindari trading pada saat kondisi psikologis negatif, karena kecenderungan sesuatu yang negatif akan "menarik" hal-hal yang negatif pula. Ini sih menurut hukum law of attraction :-) Yang jelas, klo yang gw rasakan nih, open position saat mood kita negatif cenderung menghasilkan pips yang negatif juga :D

Lah, gimana klo mood kita negatif terus? brarti ndak trading-trading dong...? Halah, ya jangan biarkan mood kita negatif terus lah... Lagian, bad mood juga dirasakan aja ndak enak kan? Coba deh switch mood kita, dari negatif ke positif. Caranya? Coba lakukan atau setidaknya pikirkan hal-hal yang menyenangkan. Apa itu? Wah, tergantung masing-masing orang sih... Hal yang menyenangkan untuk satu orang belum pasti menyenangkan bagi yang lain. Tapi gw mungkin bisa ngasih sedikit ide :-) Coba pikirkan tentang sesuatu yang berkaitan dengan hobi, binatang kesayangan ato orang yang kita sayangi [eh tapi, asal kita ndak lagi patah hati loh ya... klo lagi patah hati sih malah bisa bikin makin runyam =)) ], ato bisa dicoba dengan mendengarkan musik yang sesuai dengan selera. Sebaiknya dicoba-coba aja deh, nanti kita akan tau, apa yang bisa bikin mood berubah menjadi positif secara cepat :-)

Eh, syukur-syukur sih passion kita emang di trading, jadi dengan liat chart aja mood yang negatif jadi hilang :-) Ngg... terus terang klo gw sendiri sih biasanya ngilangin bad mood ya dengan cara: buka streamster, cari swing dan tarik fibo =)) Weleh, jadi ketauan nih... :"> Dasar maniak chart... =))

Get the ultimate ipad help from iPhone Help Zone.